Detail Berita
Limbah Tahu Jadi Nata De Soya
19-10-2007

Kreatifitas ibu-ibu PKK Kelurahan Gedongkiwo patut diacungi jempol. Betapa tidak, ditengah himpitan harga bahan pangan semakin merangkak naik, mereka dapat berperan serta dalam mencegah dan menanggulangi masalah pangan. Banyaknya limbah tahu disekitar mereka yang sebelumnya hanya diberikan pada ternak bahkan hanya terbuang sia-sia, kini dimanfaatkan untuk meningkatkan kemandirian rumah tangga dalam mewujudkan ketahanan pangan. Limbah tahu ditangan ibu-ibu PKK ini ternyata bisa disulap menjadi berbagai bahan pangan bernilai ekonomis. Limbah padat tahu diolah menjadi nugget dan kue kering, sedang limbah cair tahu diolah menjadi nata de soya.

Hasil kreatifitas ibu-ibu PKK ini telah membuahkan hasil. Kelompok Binaan TP PKK Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron maju ke tingkat Propinsi DIY dalam lomba Penghargaan Ketahanan Pangan. Pada penilaian sebelumnya Kelompok Binaan TP PKK Kelurahan Gedongkiwo meraih juara pertama tingkat Kota Yogyakarta. Tim juri verifikasi tingkat Propinsi DIY yang dipimpin oleh Martini, SH melakukan penilaian pada Senin (09/07) diterima di RW 14 oleh Lurah Gedongkiwo Ambar Ismuwardani, SIP beserta Ketua TP PKK Kelurahan Gedongkiwo Dra Riyanti Sujoko, Camat Mantrijeron Supiyandono, Muspika Kecamatan Mantrijeron dan masyarakat sekitar.

Lurah Gedongkiwo mengatakan, untuk mendukung kegiatan yang berbasis ketahanan pangan telah dilakukan pendataan potensi bahan pangan di wilayah, mengadakan lomba-lomba dengan bahan dasar pangan dan mengikuti kegiatan lomba yang berbahan dasar pangan non beras.  Kelurahan Gedongkiwo juga telah menyusun program kerja antara lain meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai makanan bergizi, berimbang dan beragam; peningkatan mutu dan keamanan pangan; pemanfaatan tanah pekarangan, pemanfaatan limbah bahan pangan, pengolahan cadangan makanan, dan peningkatan usaha pendapatan.

Di Kelurahan Gedongkiwo ada sekitar 30 orang pengrajin tahu, tempe dan susu kedelai, yang menyerap 100 orang tenaga kerja. Mereka terdapat di sepanjang sungai Winongo yaitu di RW 12, 14 dan 15. Sedangkan sentra industri rumah tangga limbah tahu terdapat di RW 17.  Kelompok pengrajin dan industri rumah tangga ini telah  mendapatkan bimbingan dari BPPT ( Badan Pengembangan Teknologi Pertanian ) Departemen Pertanian. Khusus pengolahan limbah tahu dan tanaman hias telah menjadi program percontohan Prima Tani (Program Rintisan Akselerasi Teknologi Pertanian) dari BPPT. Penyuluh Pertanian Kelurahan Gedongkiwo, Eko Budi Suprihatin menjelaskan, Program Prima Tani yang telah dilakukan selain pengolahan limbah tahu juga perbaikan mutu tahu, teknologi budidaya tanaman hias dan pengolahan sampah.

Menurut Ketua TP PKK Kelurahan Gedongkiwo Dra Riyanti Sujoko, Selain produk unggulan tahu dan limbah tahu, Kelompok binaannya mempunyai produk unggulan lain yang dihasilkan yaitu tanaman hias/toga, pembibitan lobster, kripik bonggol pisang, kripik daun singkong dan pupuk dari limbah sampah. Saat ini TP PKK Gedongkiwo kerjasama dengan BPTP juga sedang mengembangkan pembuatan kembang tahu. 

abi is agusbudi | Tanya Komputer