Detail Berita
BIOSKOP EMPAT DIMENSI HADIR DI TAMAN PINTAR
03-11-2008

BIOSKOP EMPAT DIMENSI HADIR DI TAMAN PINTAR

 

Bebek-bebek Jepang sedang melakukan migrasi dipimpin seekor bebek bernama Rilly.  Dalam menempuh perjalanan banyak rintangan tantangan yang dihadapi. Dengan semangat kebersamaan dan kegigihan pantang menyerah, akhirnya Rilly dan teman-temanya  dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan. Inilah ilustrasi salah satu film perdana yang diputar di  Dunia Kreasi Theater  4 Dimensi di Taman Pintar Yogyakarta.

Pemutaran perdana film empat dimensi berdurasi 15 menit, Selasa malam (26/8) disaksikan Sri Sultan HB X, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, Wawali Haryadi Suyuti, Ketua dan Wakil DPRD Kota, Penghageng Kraton Yogyakarta GBPH. Hadiwinoto, GKR Pembayun, Muspida, dan sekitar 40 anak yatim piatu.

Dunia Kreasi Theater 4 Dimensi yang berada di Gedung Oval Lantai II Taman Pintar ini setiap harinya akan menggelar 15 kali pemutaran dari pukul 09.30 – 16.30 WIB. Film-film yang disuguhkan tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki sisi edukasi dan pesan moral yang kuat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan itu Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto berharap adanya Theater 4 Dimensi ini pengunjung dapat memetik wawasan dari cerita film yang diputar sekaligus mampu memberi rangsangan imajinasi dan rasa keingintahuan anak-anak terhadap teknologi, kemudian anak tertarik untuk mempelajari dan mengembangkannya. Hal ini sebagaimana filosofi Taman Pintar yang diadopsi dari ajaran Ki Hajar Dewantara yakni niteni, niroke, nambahi (memahami, menirukan, mengembangkan).

Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan dibangunnya Taman Pintar ditujukan agar menjadi sarana pengenalan iptek yang bersifat mudah, kreatif dan interaktif. Unsur seni, budaya dan teknologi yang telah dikembangkan nenek moyang bangsa dapat didokumentasikan dan dipelajari kembali. Di Taman Pintar peragaan iptek tidak hanya dilihat saja namun para pengunjung dapat  menyentuh dan mencobanya. Ditambahkan berkunjung ke Taman Pintar akan merangsang rasa ingin tahu, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya iptek, yang berbasis ilmu eksakta dan seni, melalui berbagi sarana simulasi.(@mix/hg)

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer