Detail Berita
Jecky Seorang Pemuda Pelopor Kota : KEPERCAYAAN ADALAH KUNCI SUKSES
03-11-2008

Jecky Seorang Pemuda Pelopor Kota

KEPERCAYAAN ADALAH KUNCI SUKSES

           

 

Jecky Putra Kadarisman biasa disapa Jecky, membuktikan pendapat pebisnis sukses, bahwa kunci utama kesuksesan usahaya adalah “kepercayaan”. Bermodal Rp. 8 juta hasil menjual motornya, omzet usaha yang digelutinya di distro Most Wanted dirintis 10 tahun lalu kini  mencapai Rp. 1,1 miliar.

 

“Saya mengawali usaha ini dari kesukaan saya menggunakan berbagai asesoris seperti gelang, kalung, rantai dan dompet sebagai style kaum muda” tutur Jecky di sela-sela evaluasi Pemuda Pelopor Tingkat Kota Yogyakarta tahun 2008 di distro miliknya yang terletak di Jl. Mataram No. 63 Yogyakarta.

            Lulus dari SMA Marsudi Luhur 1997, Jecky mencoba membuat kreasi kalung dari fiber dan mendapat respon cukup bagus ketika dipasarkan melalui para PKL di Malioboro. Hal tersebut memacu Jecky membuat berbagai kreasi asesoris dan menggugah niatnya memiliki kapling sendiri di Malioboro dan menambah modal usahanya. Kurun waktu 3 tahun, Jecky mulai melebarkan usahanya, tak hanya asesoris saja tapi merambah pada fashion yakni kaos. Selain itu, ia juga mengembangkan usaha dengan membuka distro di Jl. Bausasran yang lebih representatif. Ternyata usaha itu tidak lancar bahkan mengalami kebangkrutan.

            Pengalaman pahit tidak lantas membuatnya putus asa. Dengan sisa modal yang ada serta bantuan dan kepercayaan dari rekan usahanya di Jakarta dan Bandung, Jecky merintis lagi usahanya membuka distro MOST WANTED di Jl. Mataram no. 63 Yogyakarta. Ternyata naluri usaha Jecky tidak salah, di tempat itulah usahanya berkembang pesat.

            Bermodal kepercayaan sesama rekan usaha dan pihak perbankan, Jecky lebih fokus pada produksi kaos dan asesoris yang didesain sendiri. Saat ini Jecky mempunyai hak patent kreasinya. Untuk jenis asesoris dengan label “Black Box” sedang label “MXL” untuk produk fashion. Pemasarannya hingga ke beberapa kota seperti Solo, Boyolali, Klaten, Salatiga dan Surabaya. Selama tahun 2007 lalu omzetnya mencapai Rp. 1,1 milyar.

Keberhasilan usaha Jecky ini tidak lepas dari kesadaran dan keinginannya menciptakan usaha serta membantu teman-temannya agar dapat mandiri. Kampung Cokrodirjan dimana Jecky bertempat tinggal, para kaum muda yang nganggur telah direkrut dan diajak bersama-sama bekerja menciptakan usaha sendiri. Saat ini Jecky mempunyai 12 karyawan dan mitra usaha yang ada di kampungnya maupun kampung-kampung sekitar untuk mendukung mengembangkan distronya. Seiring berkembang usahanya, Jecky tidak pernah lupa membantu pelaksanaan kegiatan sosial di wilayah sekitar.(Ttk)

abi is agusbudi | Tanya Komputer