Detail Berita
TAKMIR MASJID DIPONEGORO KHITANKAN 127 ANAK
23-09-2008

TAKMIR MASJID DIPONEGORO KHITANKAN 127 ANAK

Isak tangis dan teriakan anak-anak terdengar di aula Masjid Diponegoro komplek Balaikota Yogyakarta. Wajah  para orangtua dan pendamping-pun larut dalam isakan sakit sibuah hati. Sementara 25 orang tenaga medis dari RS PKU Muhammadyah dan IAIN beralatkan gunting dan pinset siap mengkhitan 127 anak. Khitanan bersama ini diselenggarakan oleh Takmir Masjid Diponegoro belum lama ini (05/07). Ketua Takmir  Prof. Dr. H. Mulyadi, Apt. mengatakan bahwa  pelaksanaan khitanan bersama dengan peserta 127 anak berasal dari kota dan kabupaten di DIY merupakan agenda tahunan Takmir Masjid Diponegoro. “Mudah-mudahan anak-anak kita yang dikhitan bersama di tempat yang mulia dan baitullah ini, kelan menjadi anak yang sholeh, karunia terbesar adalah karunia anak yang sholeh,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti dalam sambutannya mengatakan, alasan mengapa anak harus dikhitan karena khitan merupakan salah satu media penyucian diri dan bukti  ketundukan kita kepada ajaran agama. Dari segi kesehatan, khitan juga memiliki faedah untuk membuat anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran bisa dihilangkan. Khitan juga merupakan syiar kaum muslimin. Wawali berharap pelaksanaan khitan di masjid Diponegoro memberikan harapan besar bagi terbentuknya pribadi anak yang terpuji. “Mereka akan dituntun mengucapkan dua kalimah sahadat sebagai awal melakukan kewajibannya sebagai umat islam yakni sholat lima waktu  sehari semalam. Dengan menjalankan kewajiban inilah mereka akan selalu berpegang pada norma-norma yang menjauhkan diri dari  perbuatan tercela dan dosa. Mereka diharapkan sadar akan kewajiban terhadap orang tua keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Saya yakin anak-anak dapat melaksanakannya,” harap Wawali.

Peserta khitan bersama diberikan talih asih berupa seperangkat pakaian sholat dan uang saku. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Walikota Yogyakarta kepada  peserta khitan tertua, Yasir Umar Dahlan (15 tahun)  dan peserta terkecil Fauzan Akhmad Bukori (2 tahun). Tampak hadir Ketau DPRD Kota Yogyakarta, Arif Noor Hartanto, Kakandepag, H. Nurudin, SH. MA, Lurah Muja-Muju dan pejabat di lingkungan pemkot.(@mix)

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer