Detail Berita
PEMKOT SUNTIK MODAL RP. 2 M LEBIH : UNTUK USAHA MIKRO DAN KECIL
20-09-2008

PEMKOT SUNTIK MODAL RP. 2 M LEBIH

UNTUK USAHA MIKRO DAN KECIL

 

Ketangguhan usaha mikro dan kecil (UMK) diakui mampu menopang perekonomian rakyat. Terbukti dalam menghadapi krisis moneter dekade lalu mereka lebih mampu bertahan dibanding pelaku usaha besar. Untuk pemberdayaan ekonomi UMK, Pemerintah Kota Yogyakarta mengupayakan peningkatkan permodalan dengan memberikan bantuan penguatan permodalan. Bantuan sejumlah total Rp. 2.250.000.000,- (dua milyar dua ratus lima puluh juta rupiah) akan dikucurkan akhir bulan Agustus ini kepada 5 kelompok pengusaha mikro dan kecil di setiap kelurahan. Untuk masing-masing kelompok akan menerima Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

Bantuan ini dimaksudkan sebagai suntikan modal pada setiap kelompok yang dapat digunakan sebagai pinjaman lunak dan bergulir dalam internal kelompok. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha produktif oleh masing-masing anggota. Sasaran program ‘Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kewilayahan’ ini adalah para pelaku usaha mikro dan kecil di 45 Kelurahan se-Kota Yogyakarta.

Untuk teknis penyaluran bantuan dari kelompok kepada masing-masing anggota kelompok akan ditetapkan oleh kelompok.  Begitu juga dengan besaran bantuan pinjaman masing-masing anggota kelompok akan ditetapkan oleh kelompok dengan memperhatikan kebutuhan serta kemampuan pengembalian dari anggota yang bersangkutan. Jangka waktu peminjaman dan besaran bunga juga ditentukan sesuai dengan kesepakatan kelompok yang bersangkutan. Dalam pelaksanaannya program ini akan dimonitor secara berkala oleh Disperindagkop Kota Yogyakarta.

Kelompok UMK penerima lebih dahulu mengajukan proposal yang berisi rencana kebutuhan dana bantuan modal kepada Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Yogyakarta. Proposal tersebut dinilai oleh Tim Pokja Kota Yogyakarta serta diadakan kunjungan lapangan. Kelompok UMK calon penerima manfaat program ini wajib memenuhi persyaratan dengan memiliki jumlah anggota yang aktif berusaha produktif minimal 10 orang, memiliki pengurus yang dipilih dan diangkat oleh anggota minimal terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, serta bersedia bertanggungjawab atas penggunaan bantuan modal.

Sedangkan UMK yang dapat menerima manfaat program ini adalah diwajibkan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Yogyakarta dan lokasi usaha berada di Kota Yogyakarta, harus tergabung dalam kelompok usaha mikro dan kecil di Kelurahan dan bersedia bertanggung jawab atas penggunaan dan pengembalian pinjaman dana bergulir. UMK dimaksud bukan pedagang kaki lima, UMK yang dalam kegiatan ekonominya tidak menggunakan daerah milik jalan atau fasilitas umum dan bersifat tetap.

abi is agusbudi | Tanya Komputer