Detail Berita
Antisipasi Banjir Dan Longsor, Apa Yang Harus Dilakukan Warga Masyarakat
18-10-2007

Menyadari adanya kerawanan dan ancaman bencana di suatu daerah, merupakan modal dasar bagi awal mengelola risiko dan dampak bencana. Seperti melakukan berbagai upaya pencegahan, membangun kesiap-siagaan dan membenahi tata ruang. Jika pemahaman terhadap potensi ancaman bencana disadari masyarakat, maka yang kemudian dilakukan adalah mencari tahu seberapa besar kemungkinan bencana mengancam kampung; wilayah mana saja yang beresiko tinggi; dan bagaimana cara penyelamatan diri jika bencana betul terjadi.
Untuk mencegah timbulnya korban dan kerugian akibat banjir dan longsor, maka Pemerintah Daerah bersama masyarakat perlu menyiapkan berbagai langkah. Kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan terutama pada malam hari sampai pagi hari. Minimal ada pokja komunikasi yang menyampaikan adanya tanda-tanda bahaya banjir dari satu tempat ke tempat lain. Pokja komunikasi juga menginformasikan ke masyarakat kapan harus mewaspadai banjir sampai ke mana harus mengungsi. Pokja ini juga harus operasional, artinya tahu bagaimana caranya melakukan evakuasi, memberikan bantuan, membentuk posko, dan sebagainya. Pokja perlu dilengkapi database, prasarana maupun sumber daya manusianya. Harus ada data, misalnya siapa yang punya alat berat untuk mengeruk, tenda pengungsian, berapa jumlahnya, layak pakai atau tidak. Demikian juga database personel, seperti dokter, tim SAR, PMI.
Oleh karena itu upaya Pemerintah Kota untuk menanggulangi banjir dan longsor terus dilakukan dan selalu memantau pelaksanaannya. Seperti pengerukan sungai dan pemberian bronjong/talud sebagai upaya meminimalisir bahaya banjir. Jika terjadi peningkatan debit air yang kadang merusak bronjong/talud, maka Pemkot segera mengambil langkah taktis untuk melindungi daerah konservasi. Sebagai contoh adalah kali Code yang sekarang ini airnya jarang membanjiri warga yang bermukim di pinggir kali terseubt. Hal ini dalam jangka pendek memang memerlukan banyak anggaran namun dalam jangka panjang diharapkan dapat menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah rawan banjir untuk berjaga-jaga dan mempersiapkan diri antara lain :

  1. Laporkan masalah dan bicarakan usaha dan upaya pencegahannya dengan RT dan RW. Bersama warga sekitar lakukan secara gotong royong untuk membersihkan saluran air yang tersumbat. Jika tidak dapat diselesaikan, maka segera laporkan kepada Pemerintah Kota atau Posko SATLAK Kota Yogyakarta dengan nomor telepon 113 atau 7474704.
  2. Buanglah sampah pada tempatnya karena sungai bukan tempat pembuangan sampah. Jangan membuang sampah di sungai, got atau saluran air.
  3. Bila terjadi banjir, carilah tempat yang aman atau Posko terdekat. Mulai saat ini, apabila Anda tinggal di daerah banjir, kenali daerah kering atau daerah yang relatif lebih tinggi yang terdekat.
  4. Beritahukan kepada seluruh anggota keluarga, terutama yang menjaga rumah, apa yang harus dilakukan bila terjadi banjir.
  5. Jika terjadi banjir, keselamatan jiwa adalah yang utama. Sebaiknya jangan  terlalu tergoda menyelamatkan barang-barang berharga sebelum sanak saudara diketahui dengan pasti keadaannya.
  6. Bila Anda tidak mengalami musibah, ulurkanlah tangan dan beri bantuan pada warga yang terkena musibah. Dan jangan mengambil keuntungan dari warga yang terkena musibah banjir.
  7. Jangan lupa mematikan aliran listrik dan sumber api (kompor).
  8. Pasca banjir, waspadai bahaya wabah penyakit.

Hal ini tampaknya sederhana diucapkan, namun pelaksanaan bisa sulit karena harus melibatkan banyak pihak untuk bekerjasama dan berkoordinasi. Meski sesulit apapun harus ada yang memulai. Mari kita mulai dari diri kita.

abi is agusbudi | Tanya Komputer