Detail Berita
GERAKAN HIDUP AKTIF NASIONAL 2008 : HERRY AJAK PELAJAR BERSEPEDA
20-09-2008

GERAKAN HIDUP AKTIF NASIONAL 2008

HERRY AJAK PELAJAR BERSEPEDA

 

 

Semakin padatnya Kota Yogyakarta, dengan kepadatan penduduk sekitar 17 ribu orang per kilometer persegi, membuat ruang gerak semakin terbatas. Selain itu, ekses lainnya seperti polusi udara, air serta makin banyak sampah. Karena itulah, harus dihidupkan semangat untuk selalu hidup aktif dan menjaga linkungan, mulai dari diri sendiri, dengan gerakan bersepeda, menanamkan kebersihan, tanam pohon, juga menempatkan dan mengelola sampah dengan baik.

            ”Bagaimana kita bisa hidup lebih baik, dengan daya dukung alam di Kota Yogya yang sangat terbatas. Makanya kita mulai hidup aktif. Kita memang menghadapi tantangan ke depan yang luar biasa,” ujar Walikota Herry Zudianto di depan ribuan peserta upacara pembukaan Gerakan Hidup Aktif Nasional (GERHANA) di halaman Balaikota, beberapa waktu lalu(21/7). Kegiatan ini diikuti para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan mulai jenjang TK sampai SMA.

Herry berkeinginan, agar antara siswa dan guru mempunyai visi, bagaimana pendidikan itu bisa kongnitif, afektif dan psiko motorik. 3 hal ini harus sesuai, sepadan, serasi dan berkeseimbangan. Para guru hendaknya membuat suatu inovasi untuk kreativitas anak-anak. Bagaimana memfungsikan 3 hal tersebut. ”Mari kita jadikan pelajar Yogya pelajar yang sehat badan dan cerdas otaknya. Semua sekolah di Jogja favorit, tidak ada sekolah tidak favorit, di Yogyakarta adanya sekolah Kota Yogyakarta, kita harus saling menghargai, saling mendukung antar sekolah, semua sekolah sama dan sederajat,” kata Walikota.

            Lebih lanjut Herry mengatakan, anak usia sekolah tidak diizinkan membawa mobil. Karena menurutnya, mobil merupakan prestasi orang tua dan anak ota Yogya hanya mendompleng prestasi orang tua. ”Kalian yang akan menciptakan diri kalian sendiri, orang tua hanya mendukung apa yang menjadi cita-cita anaknya. Saya berharap bagi siswa yang jarak rumahnya kurang dari 5 km dari sekolah, agar menggunakan transportasi sepeda, selain menyehatkan badan, mengurangi kemacetan juga mendukung terciptanya udara bersih” ungkap Herry.

            Kadinas Pendidikan Kota, Drs. Syamsury, MM menambahkan, sebagai rangkaian kegiatan juga diadakan workshop ’Program Pengembangan Hidup Aktif Peserta Didik’ pada Selasa (22/7), kemudian  gerak jalan, sepeda gembira, pentas seni, pada Jum’at (25/7) di halaman Balaikota Yogyakarta.

Dalam upacara Gerhana tersebut juga ditampilkan senam massal, permainan gobak sodor, balap tempurung, juga kucing-kucingan.

abi is agusbudi | Tanya Komputer