Detail Berita
HARGANAS DAN BBGRM 2008 PROPINSI DIY DIPUSATKAN DI KOTAGEDE
08-09-2008

HARGANAS  DAN BBGRM 2008 PROPINSI DIY

DIPUSATKAN DI KOTAGEDE

 

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XV dan Bulan Bakti Gotong Royong V Tingkat Proppinsi DIY Tahun 2008 dipusatkan di Lapangan Karang Kotagede Yogyakarta, Sabtu (19/07). Acara ini dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta GKR Hemas, Deputi Badan Pelatihan dan Pengembangan  BKKBN,  Dra. Kasmiyati, Ketua Umum Harganas Propinsi DIY, GKR Pembayun, Bupati dan Walikota se-Propinsi DIY, TP PKK Propinsi, Kabupaten dan Kota, perwakilan keluarga dari seluruh kabupaten dan kota serta Kader Masyarakat.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam sambutannya mengatakan, jika keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dapat dipertahankan dan berhasil mencapai total fertility rate (TFR) nasional sekitar 2,1 maka tahun 2015 - 2025 Indonesia akan mengalami bonus demografi dengan angka dependency ratio sekitar 0,4 sampai 0,5. “Artinya 100 penduduk usia kerja menaggung 40 - 50 anak usia di bawah 14 tahun dan lansia di atas 60 tahun, sehingga beban keluarga tidak terlalu berat” ungkap Sri Sultan. Beliau menambahkan, dengan angka TFR DIY sebesar 1,8 maka dapat diharapkan DIY akan lebih memungkinkan terjadinya bonus demografi itu. Artinya, lanjut Sultan, hal ini akan memberikan pertanda bahwa masyarakat DIY akan lebih siap mengubah struktur umur dari bentuk piramid mejadi bentuk kubah untuk berubah lagi menjadi bentuk granat. Gubernur menambahkan, DIY menghadapi penduduk yang berada pada usia produktif tetapi mereka hanya setengah produktif atau bahkan non produktif. “Akibatnya satu orang yang produktif harus menanggung 3 - 4 orang non produktif ditambah 2 - 3 orang yang setengah produktif.

Masih menurut Sultan fakta mengatakan keluarga Indonesia belum dapat dikatakan sebagai keluarga idaman. Karena menghadapi kendala yang diakibatkan oleh fenomena sosial baru dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Seperti masalah perilaku yang mengarah ke dekadensi moral, menjangkitnya sikap permisif di kalangan remaja, narkoba, menjangkitnya HIV/AIDS. Oleh karena itu, Gubernur mengajak semua pihak pada Harganas ini untuk memetik hikmah akan betapa penting arti pembinaan yang memberikan ruang dan waktu untuk menjaga dan mengembangkan jati diri keluarga, sebagai cerminan kesakinahan dan ketangguhan keluarga, yang pada gilirannya akan menjadi citra bangsa dan negara yang tangguh. 

Sementara itu, Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto selaku tuan rumah menyampaikan terimakasih atas kepercayaan panitia untuk menggelar puncak Harganas ke -15 dan BBGRM ke -5 tahun 2008 di Kota Yogyakarta. Walikota menjelaskan untuk persiapan pelaksanaan acara ini dikoordinasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta juga didukung oleh segenap instansi dan warga masyarakat Kecamatan Kotagede.

Walikota mengatakan ada keyakinan bahwa hubungannya antara kualitas keluarga  dan kualitas suatu bangsa. Bangsa yang maju pasti bermula dari keluarga yang  berkualitas. Keluarga secara internal mampu mewujudkan keluarga yang harmonis, keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Sedangkan secara eksternal suatu keluarga mampu menjadi bagian dari soko guru bangsa dalam merajut kemajuan kesejahteraan  dan ketahanan bangsa. Maka, momentum Harganas dan BBGRM ini mempunyai makna  penting dalam rangka pelestarian nilai-nilai gotong royong dan fungsi keluarga serta mengkhususkan keluarga yang berkualitas. Untuk mendukung hal ini, menurut Walikota,  harus mulai ditanamkan pemahaman pada diri anak kita bahwa keluarga adalah media untuk meningkatkan kulitas hidup. Mengingat pentingnya pendidikan bagi pembentukan keluarga yang berkualitas, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan perhatian yang besar  pada upaya peningkatan kualitas pendidikan. Motivasi belajar yang ditumbuhkan sejak usia dini akan membangun kesiapan anak untuk memasuki pendidikan yang lebih lanjut dan menjadi langkah awal untuk mendukung suksesnya wajib belajar 12 yang menjadi  program Pemkot Yogyakarta.

Dikatakan, untuk mewujudkan hal ini Pemkot telah memberikan dana operasional  kepada Pos PAUD  se-kota Yogyakarta yang sampai saat ini telah mencapai 622 buah  atau hampir setiap RW sudah memiliki Pos PAUD. Juga termasuk didirikannya konsultasi keluarga yang disebut Mitra Keluarga di berbagai wilayah. Pemkot juga memberikan beasiswa mulai usia TK hingga SMA dari keluarga yang kurang mampu. ”Hal ini diharapkan tidak ada satupun anak di kota Yogyakarta yang tidak tamat pendidikan karena alasan  biaya,” imbuhya..

Walikota menambahkan bahwa untuk hidup sejahtera setiap keluarga harus memiliki modal berupa motivasi semangat dan cita-cita. Namun dalam kondisi serba keterbatasan, terkadang  tidak ada  harapan dan cita-cita. “Maka dengan adanya gerakan-gerakan yang diselenggarakan ini mudah-mudahan timbul upaya mengkonsolidasikan masyarakat miskin untuk kembali memiliki semangat, daya juang dan cita - cita serta  tidak menjadikan keterbatasan menjadi penghalang dalam mengakses pendidikan dan kesehatan. (@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer