Detail Berita
PELAJAR JOGJA PEDULI PEMANASAN GLOBAL
08-09-2008

PELAJAR JOGJA PEDULI PEMANASAN GLOBAL
 

Pelajar Jogja punya cara kreatif memaknai momentum satu abad kebangkitan nasional. Bertempat di play ground Taman Pintar Yogyakarta, belum lama ini (19/07) ratusan pelajar SD, SMP dan SMA se-Kota Yogyakarta yang tergabung dalam PENCIL (Pelajar Ngayogyakarta Cinta Lingkungan) melakukan kampanye peduli pemanasan global. Acara bertajuk “Kenduri Pohon Pelajar Jogja Peduli Pemanasan Global” ini dihadiri oleh Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto.

Acara yang dikemas kreatif itu dilakukan pembagian dan penanaman pohon asuh oleh pelajar Yogyakarta. Secara simbolis penyerahan pohon dilakukan oleh Walikota kepada beberapa perwakilan pelajar. Pohon asuh yang dibagikan sejumlah 2008 sebagai simbol satu abad Kebangkitan Nasional tahun 2008.

Pada kesempatan itu Walikota memberi semangat kepada para pelajar Jogja sebagai generasi muda untuk bersama-sama bertanggungjawab menyelamatkan bumi. Dikatakan, alam sudah begitu berat menanggung kehidupan kita, maka sebagai penghuni planet bumi harus berbuat sesuatu untuk mencegah terjadinya pemanasan global. Dengan langkah nyata menjadikan Jogja lebih hijau tanpa asap, tanpa sampah berserakan, sehingga nantinya kita akan hidup lebih bersih dan sehat.

“Jadikan Jogja Kota Dalam Taman, PENCIL akan menulisi semua tempat di Jogja dengan pohon yang hijau, sehingga kalian dewasa nanti akan menikmati alam lebih baik,” ajak Herry. Lebih lanjut Walikota mengajak, kedepan pelajar Jogja untuk bersama-sama membersihkan sungai yang melintasi wilayah kota agar air sungai mengalir bersih tanpa sampah berserakan. Selain itu Herry berharap agar gerakan bersepeda juga semakin digalakkan, dengan mengenalkan program “sego segawe” (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe). Berkaitan dengan itu menurut Walikota, nantinya anak-anak ke sekolah yang menggunakan sepeda akan diberi jaminan perlindungan kecelakaan oleh Pemkot Yogyakarta.

Sementara itu menurut ketua panitia Agustina Eka, penanaman pohon sebanyak itu dilakukan rentang waktu Juli hingga Desember 2008 dengan pola asuh. Artinya setiap pohon akan dirawat dan dipantau perkembangannya oleh pelajar anggota PENCIL, sehingga dapat terus tumbuh seperti diharapkan. Tahap awal dilakukan penanaman sejumlah 350 pohon dan selanjutnya 1658 pohon di sejumlah tempat di wilayah Kota Yogyakarta. Hal ini diharapkan dapat menggugah masyarakat luas ikut peduli pemanasan global. Dalam kenduri pohon itu juga dimeriahkan dengan game edukasi, baca puisi, musikalisasi puisi dan band pelajar.

abi is agusbudi | Tanya Komputer