Detail Berita
PARKIR DI JALUR LAMBAT MALIOBORO BELASAN MOTOR DITILANG
29-07-2008

                        PARKIR DI JALUR LAMBAT MALIOBORO       
BELASAN MOTOR DITILANG
 
 

Belasan sepeda motor yang kedapatan sedang parkir di sepanjang jalur lambat Malioboro ditilang oleh petugas Satlantas Poltabes Kota Yogyakarta dalam operasi penertiban pelanggaran Undang-undang dan Perda di Kawasan Malioboro dan Jalan A. Yani, yang berlangsung belum lama ini (9/4). Dalam operasi penertiban yang dipimpin Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Pengendalian Operasi Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Purnomo, melibatkan unsur dari Poltabes Kota Yogyakarta, Satpol PP, Dinas Perhubungan Prop. DIY, dan PPNS. Selain menilang sepeda motor yang parkir di jalur lambat Malioboro, tim juga menertibkan gerobak PKL yang ditinggal di jalur lambat.

Ditemui setelah selesai operasi, Purnomo mengatakan, bahwa operasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang lalu lintas pada umumnya dan tidak menggunakan tempat yang dilarang untuk parkir kendaraan seperti jalur lambat Malioboro pada khususnya. Ditambahkan, sebenarnya para pemilik kendaraan bermotor yang ditilang tersebut sudah mengetahui bahwa jalur lambat Malioboro memang tidak boleh untuk parkir, namun karena ingin praktis mereka nekat parkir di jalur lambat, jelas Purnomo.

Dalam operasi tersebut petugas dibagi dalam dua kelompok. Tim pertama menyisir jalur lambat dari pertigaan Pasar Kembang sampai dengan perempatan Jl. Pajeksan. Sedangkan tim ke dua menyisir jalur lambat dari perempatan Jalan Pajeksan sampai ke Ngejaman. Secara keseluruhan tim berhasil menjaring 14 sepeda motor dan 2 gerobag PKL. Kepada pemilik motor langsung ditilang oleh Petugas Satlantas Poltabes dan kepada pemilik gerobak yang ditinggal akan diproses oleh Dinas Ketertiban Kota melalui pemanggilan yang bersangkutan. Sedangkan becak, sepeda dan andong yang diparkir tidak pada tempatnya langsung dilakukan pembinaan oleh Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Kasi Dalops Dishub Kota Udiyono menjelaskan, dasar hukum dalam operasi kali ini yaitu UU No 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Perda Penyelenggaraan Perparkiran. Ditambahkan, bahwa operasi semacam ini akan dilaksanakan secara kontinyu dalam waktu yang tidak ditentukan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat untuk tidak parkir ditempat yang dilarang, jelas Udi.

abi is agusbudi | Tanya Komputer