Detail Berita
WARGA RW 19 BRONTOKUSUMAN BANGUN INSTALASI HIDRAN
29-07-2008

ANTISIPASI KEBAKARAN

WARGA RW 19 BRONTOKUSUMAN BANGUN INSTALASI HIDRAN

 

Kondisi perkampungan di Kota Yogyakarta termasuk padat bangunan rumah tinggal sehingga akses masuk ke kampung melalui gang-gang yang sempit. Kondisi demikian tampak di RW 19 kampung Karanganyar Lor, Brontokusuman, Mergangsan. Hal ini menjadi salah satu kekhawatiran warga bila terjadi kebakaran dikampungnya akan menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau lokasi. Berangkat dari rasa kekawatiran ini, masyarakat RW 19 Karanganyar muncul ide inovatif yakni membuat instalasi pemadam kebakaran atau lebih tepatnya hidran kampung.

Ketua RW 19 Karanganyar, Brontokusuman, Sarno Hadi Wibowo menceritakan, ide membangunan instalasi pemadam kebakaran berawal dari pasca gempa 26 Mei 2006 lalu. Ketika itu ada bantuan dari GTZ Jerman, mau diapakan bantuan ini. Lalu warganya dikumpulkan untuk menyampaikan gagasan dalam rembug kampung yang dikenal dengan nama Community Action Planning (CAP). Lebih lanjut dijelaskan, dari berbagai pendapat warga, salah satu yang dinilai terpenting dan mendesak dikerjakan yakni pembuatan instalasi pemadam kebakaran. Mengingat kondisi perkampungan Karanganyar Brontokusuman begitu padat dan jalan masuk kampung termasuk gang juga sempit, sehingga nantinya menyulitkan mobil pemadam kebakaran seandainya terjadi kebakaran ditengah perkampungan.

“Sebenarnya di sebelah timur ada sungai Code tapi jaraknya jauh untuk mengambil air jika terjadi kebakaran. Jadi masyarakat mengusulkan dibangun instalasi pemadam kebakaran atau hidran kampung ini”, jelas Sarno Hadi Wibowo. Ditambahkan, dengan dibangunnya instalasi ini akan sangat membantu pemadaman kebakaran di wilayah yang mempunyai 150 kepala keluarga ini. Minimal bisa mengantisipasi kobaran api sambil menunggu bantuan pemadaman dari instansi terkait yakni Kantor Pemadam Kebakaran.

Dikatakan olehnya, prinsip instalasi pemadam kebakaran ini mirip dengan hidran yang ada dijalan-jalan protokol, namun diaplikasikan di lingkungan perkampungan sehingga disebut hidran kampung. Di pinggir gang dipasang instalasi pipa-pipa peralon ukuran 2 inchi panjang hampir 700 meter dan titik-titik kran untuk penyaluran selang sejumlah 35 titik. Di 3 RT di wilayah RW 19 daya semprot tiap kran bisa sampai 10 meter tergantung jarak dari tower, semakin jauh dan posisi semakin rendah dari tower daya semprot bisa lebih jauh. “Jika terjadi kebakaran, tinggal membuka kran utama di tower dan kran di salah satu titik terdekat dari lokasi kebakaran dengan selang yang telah disediakan di masing-masing RT sepanjang 15 meter. Kami menyediakan pula selang induk sepanjang 150 meter.” Tuturnya.

Sumber air untuk hidran kampung berasal dari sumur yang ditampung di water torn dengan tower setinggi 8 meter kapasitas sementara 2000 liter. Dan akan ditingkatkan dengan kapasitas 4000 liter, selanjutnya disalurkan melalui 3  pipa peralon ke seluruh wilayah RT. Untuk menggerakkan pompa air sumur guna persediaan air di tower menggunakan listrik, namun juga menyediakan genset untuk mengantisipasi terjadi pemadaman listrik saat ada kebakaran. “Jadi walaupun listrik dari PLN diputus, kami tidak kawatir karena telah menyediakan genset sehingga pompa air tetap dapat berjalan dan air terus dapat mengalir” tambahnya.

Didampingi Sekretaris RW 19, Drs. Suwandi SH, dan Bendahara Bpk. Jumiyo, Sarno Hadi Wibowo menjelaskan, selain untuk antisipasi kebakaran, instalasi ini juga berfungsi sebagai sarana penyiraman taman-taman di wilayah RW 19 dan membantu keperluan warga seperti hajatan. “Mengingat kondisi perkampungan di wilayah Kota Yogyakarta pada umumnya juga padat tempat tinggal, alangkah baiknya kalau memanfaatkan instalasi hidran kampung ini”, harapnya.

Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai hidran kampung, bisa menghubungi Bpk. Sarno Hadi Wibowo, Ketua RW 19 Karanganyar Lor, Brontokusuman, Mergangsan melalui nomor HP : 08164262210.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer