Detail Berita
3 MILYAR LEBIH UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
28-07-2008

3 MILYAR LEBIH UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

          Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dana hibah untuk Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan se-Kota Yogyakarta sebesar 3,660 milyar. Dana sebesar itu diberikan kepada LPMK untuk membiayai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dimana program ini memprioritaskan masyarakat setempat sebagai pelaku kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada pengambilan keputusan. Dan diharapkan ada swadaya yang dihimpun dari masyarakat untuk mendampingi dana hibah ini sebesar 20 %. Swadaya dapat meliputi tenaga, bahan / alat, uang tunai dan lainnya.

            Menurut Kabag. Tata Pemerintahan, Drs. Sudarsono, MM., Pemkot memandang perlu memberikan dana hibah kepada masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat kelurahan. Kegiatan ini tidak hanya bersifat reaktif dari keadaan yang dialami selama ini, namun juga sangat strategis karena memiliki arah memperkuat LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) di masa mendatang.

            Dana hibah dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fisik dan non fisik sesuai dengan kebutuhan nyata dan mendesak masing-masing wilayah kelurahan serta hasil musyawarah masyarakat setempat. Terutama pembangunan yang mendukung tematik tahun 2008 yaitu pariwisata berbasis budaya dengan keragaman atraksi dan daya tarik wisata.

            Kegiatan fisik meliputi perawatan dan perbaikan maupun pembangunan prasarana dan sarana penunjang lingkungan seperti : perbaikan balai RT/RW, gardu ronda/pos kamling, penanganan sampah lingkungan (pengadaan tong sampah, tempat pembuangan sampah mini, saluran air limbah dll), juga sarana prasarana umum lain kecuali tempat ibadah. Sedang kegiatan non fisik seperti kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada peningkatan ketrampilan, peningkatan usaha mandiri secara berkelompok maupun perseorangan dan peningkatan kemampuan kelembagaan ekonomi sosial masyarakat di tingkat kelurahan.

            Penetapan jenis dan lokasi kegiatan yang akan dilaksanakan ditentukan berdasar proses musyawarah yang dikoordinasi LPMK dan melibatkan seluruh komponen masyarakat (BKM, PKK, IK-PSM, dan organisasi sosial masyarakat lain); kelurahan; kecamatan; dan instansi terkait. Diutamakan kegiatan ini mengacu pada hasil musrenbang tingkat kelurahan tahun 2007. Terkait penetapan lokasi harus dikoordinasikan LPMK kepada lurah untuk mencegah pelaksanaan kegiatan di luar wilayah Kota Yogyakarta atau di lingkungan rumah pribadi warga tertentu yang bukan fasilitas umum.    

            Untuk mendapatkan dana hibah tersebut harus dengan pengajuan proposal oleh LPMK, harus melalui proses penilaian kelayakan secara teknis dan keuangan serta kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan. Proposal yang disetujui harus diumumkan di lokasi rencana kegiatan sehingga dapat dilihat oleh seluruh warga. Dan sesuai tatakala Bagian Tapem Setda Kota Yogyakarta, maka pelaksanaan kegiatan ini dimulai sejak Mei hingga Desember 2008.

abi is agusbudi | Tanya Komputer