Detail Berita
QANITA SISWI SMP NEGERI 5 KOTA JOGJA IKUTI TUNZA INTERNATIONAL CHILDRENS'S CONFERENCE
24-06-2008

QANITA SISWI SMP NEGERI 5 KOTA JOGJA  

IKUTI TUNZA INTERNATIONAL CHILDREN’S CONFERENCE

 

        Qanita Qamarani siswi kelas VII SMP Negeri 5 Yogyakarta akan mengikuti Tunza International Children’s Conference On Environment (ICCE) 2008 di Stavanger Norwegia pada 16 - 21 Juni mendatang. Belum lama ini (12/05), ketika beraudiensi dengan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, Qanita menceritakan, terpilihnya ke TUNZA berkat penelitian kecil-kecilan yang dilakukan bertema ”creating change”. Qanita mengakampanyekan menanam pohon mulai dari kampung tempat tinggalnya. Menurutnya, menanam pohon mempunyai kekuatan universal di berbagai budaya dan segala lapisan masyarakat. Karena dapat dilakukan oleh siapa saja, baik muda - tua, kaya - miskin, laki - perempuan, anak - anak ataupun orang dewasa dan semuanya. Ia melakukan penanaman pohon di sekitar lingkungannya bersama masyarakat.

               Mendengar cerita Qanita, Walikota menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap proses kreatif yang telah dilakukan siswi SMPN 5 itu hingga membuahkan hasil. Walikota sangat bangga atas prestasi generasi muda seperti Qanita. ”Saya bangga sekali, apa yang dilakukan Qanita bisa menjadi ikon anak yang cinta lingkungan” ujarnya.

               Tunza adalah konferensi internasional anak-anak tentang lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh United Nation Environment Programme (UNEP) bekerjasama dengan Young Agenda 21. Konferensi UNEP’s Tunza mengacu pada agenda 21 yang telah diratifikasi oleh para pemimpin dunia pada tahun 1992 dalam suatu pertemuan World Summit for Environment and Development di Kota Rio de Janeiro Brazilia. Dalam salah satu klausa agenda 21 meminta kepada anak-anak dan orang-orang muda agar mempunyai perhatian khusus pada lingkungan hidup di masa mendatang dan pemerintah harus menyediakan ”ruang bermain” untuk mengakomodasi suara mereka dimanapun berada.

               Dalam konferensi tersebut diharapkan bisa dicapai tujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang lingkungannya melalui pertukaran budaya dan pengalaman para peserta. Akan didemonstrasikan berbagai gagasan segar dalam mengelola lingkungan lebih baik. Konferensi ini memberikan kepada para peserta untuk mengenal lebih jauh problematika lingkungan di tempat masing-masing. Menginspirasi anak-anak untuk berpikir global dan berbuat lokal sesuai kekuatan jenius lokal dan sudah pasti menyenangkan dan bergembira.

               Tahun lalu Qanita juga terpilih mengikuti Children’s Conference on Climate Change (CCCC) di Surabaya pada 26 - 30 November 2007 dalam rangka menyambut United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali. CCCC mendeklarasikan ”Surabaya Declaration” yang kemudian dibaca oleh wakil peserta CCCC pada UNFCCC Bali pada tanggal 3 - 14 Desember 2007. Hasil konferensi CCCC Surabaya dipresentasikan oleh Qanita pada Pameran Pendidikan di Taman Pintar Yogyakarta beberapa waktu lalu dalam bentuk Majalah Dinding.

               Qanita yang didampingi kedua orangtuanya Bp. Ahmad Saifudin dan Ibu Yuni Purnamawati ini juga mempunyai hobi melukis. Sampai saat ini telah mengantongi beberapa medali emas, perak dan perunggu dan puluhan penghargaan lain dari lomba lukis internasional. Salah satu lukisan Qanita yang menang dalam event internasional dihadiahkan kepada Walikota. (ism)


abi is agusbudi | Tanya Komputer