Detail Berita
KELOMPOK TANI SEDANG MULYO DUKUH GEDONGKIWO MANFAATKAN AMPAS TAHU JADI ISI BAKPIA
24-06-2008

KELOMPOK TANI SENDANG MULYO DUKUH GEDONGKIWO

MANFAATKAN AMPAS TAHU JADI ISI BAKPIA

 

Sebuah makanan kecil rasa manis, bentuknya sama seperti bakpia, ketika dimakan ternyata ada suatu rasa yang beda, inilah Bakpia Prima. Bukan kumbu kacang hijau isinya namun menggunakan olahan ampas tahu. Itulah Bakpia Prima yang menggunakan ampas tahu sebagai isi alternatif pengganti kumbu kacang hijau, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Sendang Mulyo Dukuh Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta

Dalam mengembangkan ampas tahu sebagai isi bakpia ini, Kelompok Tani Sendang Mulyo mendapat bimbingan dari Prima Tani Kota Yogyakarta. Kelompok Tani Sendang Mulyo dan Prima Tani berkesempatan menunjukkan dan menyuguhkan bakpia prima pada masyarakat saat berlangsung Evaluasi Program Prima Tani Kota Yogyakarta 2007 bertempat di Bursa Agro Jogja, bebarapa waktu lalu.

Menurut Manajer Prima Tani, Ir. Prajitno Al Karep, pemanfaatan limbah padat industri tahu yang banyak berkembang di Kelurahan Gedongkiwo, Mantrijeron merupakan salah satu program dalam rintisan dan akselerasip pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian (Prima Tani) yang digagas oleh Departemen Pertanian Pusat.

Dijelaskan, dari rasanya, Bakpia Prima yang isinya menggunakan hasil samping tahu padat atau ampas tahu tidak kalah nikmat dibanding dengan isi kumbu kacang hijau dan kandungan gizinya juga tinggi. ”Bakpia Prima isi ampas tahu ini rasanya seperti bakpia pathuk, dan yang lebih penting kandungan gizinya tinggi, antara lain mengandung protein 5%, lemak 9,1% dan serat 9,1%, kandungan serat yang tinggi ini juga sangat membantu kelancaran pencernaan”, jelas Prajitno.

Selain digunakan sebagai isi bakpia, hasil samping produk industri tahu atau ampas tahu juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ternak kelinci, bebarapa peternak memanfaatkan ampas tahu sebagai pakan kelinci tersebut. Selain dimanfaatkan dagingnya, urine kelinci dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat pupuk cair untuk tanaman. Ditambahkan oleh Prajitno,  program lain yang telah dilaksanakan Prima Tani yakni pengembangan tanaman hias baik secara vegetatif maupun generatif seperti aglaonema, anthurium, pilhodendron dan kamboja. Program ini diikuti oleh bebarapa kelompok tani binaan yang ada di Kelurahan Gedongkiwo.

Sementara itu, untuk mengatasi kendala lahan sempit, Prima Tani mengembangkan budidaya pertanian yang dilakukan dengan sistem vertikultur. Yakni penamanan secara vertikal dengan bantuan rak paralon sebagai wadah media tanam. Tanaman yang sudah dikembangkan adalah tanaman sayuran seperti selada, sawi dan bayam.

Drh. Mahfud Asvan, Kepala Kantor Pertanian dan Kehewanan Kota Yogyakarta mengatakan, program Prima Tani dapat dimanfaatkan oleh para petani di Kota Yogyakarta untuk memperluas wawasan di bidang kewirausahaan yang berkaitan dengan bidang pertanian, membangun jejaring pemasaran sehingga produk pertanian yang dihasilkan dapat memberikan keuntungan secara ekonomi dan meningkatkan pendapatan petani. Beberapa program Prima Tani yang telah dilakasanakan seperti pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah tahu tersebut, juga budi daya pertanian, serta pengolahan pupuk organik berbasis sampah pertanian dan rumah tangga, ke depan akan terus dikembangkan dan ditingkatkan, jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang pengembangan ampas tahu sebagai alternatif isi bakpia, hubungi Kelompok Tani Sendang Mulyo, Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron atau Prima Tani Kota Yogyakarta dengan alamat Jl. Bantul No. 141 Dukuh, Gedongkiwo, Yogyakarta, Telepon 0274 6506381(hg)

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer