Detail Berita
PHBS UNTUK RUMAH TANGGA SEHAT
17-06-2008

PHBS UNTUK RUMAH TANGGA SEHAT

 

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah tindakan yang dilakukan oleh perorangan, kelompok atau masyarakat yang sesuai dengan norma-norma kesehatan, menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

 

            Kesehatan adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan hak setiap individu agar dapat melakukan segala aktivitas hidup sehari-hari. Untuk bisa hidup sehat kita harus ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. PHBS berpengaruh besar dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat.Untuk itu masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakatnya dengan mempraktekan PHBS agar tercapai rumah tangga yang sehat.  

            Pembinaan PHBS di rumah tangga menjadi bagian dari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yang dapat memberi kontribusi nyata terhadap percepatan pencapaian rumah tangga sehat. PKK dengan kadernya yang ada di masyarakat merupakan ujung tombak pelaksanaan PHBS. Melalui peran aktifnya, PKK mengajak setiap rumah tangga untuk tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.

            Ada 18 indikator yang digunakan dalam pendataan PHBS, meliputi : Indikator Lingkungan : ( buang air besar di jamban; menggunakan sumber air bersih; ada tempat sampah / tidak ada sampah yang berserakan; ada SPAL atau sarana pembuangan air limbah; ventilasi cukup; penghuni rumah tidak terlalu padat; lantai permanent dan tidak licin ). Indikator Perilaku Individu : ( semua keluarga tidak merokok; pertolongan persalinan atau bayi dilahirkan oleh petugas kesehatan; bayi sudah diimunisasi lengkap; balita ditimbang setiap bulan;  membiasakan sarapan pagi sebelum melakukan aktifitas; menjadi anggota Askes / Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat; cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan dan sesudah buang air besar; menggosok gigi sebelum tidur; melakukan aktifitas fisik / olahraga secara teratur; ASI eksklusif; makan buah-buahan dan sayuran ).

            Program PHBS yang telah dilaksanakan di Kota Yogyakarta melibatkan 2523 orang Kader terlatih dari setiap RT dan 503 orang Pembina Wilayah. Hasil pendataan PHBS tahun 2007 pada tatanan rumah tangga menunjukkan bahwa indikator yang masih perlu mendapat perhatian di wilayah Kota Yogyakarta adalah :

Indikator tidak merokok, hasil pendataan prosentase masih dibawah 50 %. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang merokok sehingga diasumsikan semua anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut mempunyai kemungkinan terpapar asap rokok yang dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat asap rokok baik aktif maupun pasif. Indikator kepesertaan JPKM, hasil pendataan prosentase diatas 50 % namun masih dibawah 60 %. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang belum sadar akan pentingnya ikut menjadi anggota JPKM / Asuransi Kesehatan bagi dirinya sendiri maupun anggota keluarganya. Namun kemungkinan yang lain adalah karena adanya Jamkesos/Askeskin/KMS yang diberikan kepada masyarakat miskin sehingga mereka merasa sudah difasilitasi oleh Pemkot Yogyakarta dan tidak perlu menjadi anggota JPKM di wilayahnya. Indikator Olahraga, hasil pendataan prosentase sudah diatas 50 % namun masih dibawah 60 %. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang belum sadar akan pentingnya melakukan olahraga setiap hari.

Menerapkan PHBS dalam tatanan rumah tangga atas kesadaran sendiri dan secara sukarela sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif. Dengan PHBS setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit sehingga produktivitas kerja anggota keluarga juga meningkat. Anak-anak akan tumbuh sehat dan cerdas. Karenanya pengeluaran biaya rumah tangga dapat difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. (ism)

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer