Detail Berita
WALIKOTA LAUNCHING PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH MANDIRI
17-06-2008

WALIKOTA LAUNCHING PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH MANDIRI

 

Program Pengolahan Sampah Mandiri Kota Yogyakarta dilaunching oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudianto di RW 11 Kelurahan Gowongan Kecamatan Jetis (Sabtu, 26/04). Program pengolahan sampah mandiri telah dilakukan percontohan di 3 Kelurahan yaitu Gowongan, Prawirodirjan dan Baciro. Program ini merupakan bantuan dari PT Pertamina Korporat, sebagai bagian dari Corporate Social Responsibilities. Pengolahan Sampah Mandiri ini dilakukan dengan memanfaatkan metode TAKAKURA, yang mana sampah organik akan menghasilkan pupuk organik dengan cara sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri dalam tataran rumah tangga.

Launching dihadiri oleh tokoh masyarakat, Muspika setempat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir Hadi Prabowo, dan Manager PKBL PT Pertamina Korporat Bp Rudi Sastiawan. Acara dimeriahkan dengan grup paduan suara ibu-ibu PKK Jogoyudan dan musik akustik pemuda Jogoyudan.

Menurut Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Hj Dyah Suminar, Pengolahan sampah mandiri adalah salah satu program unggulan pokja III dan pokja IV TP PKK Kota Yogyakarta di bidang kesehatan lingkungan, yang mana telah mulai dirintis sejak tahun 2007.

Produksi sampah Kota Yogyakarta per hari mencapai 300 ton, sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga. Selama ini pengelolaan sampah dilakukan melalui pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan akhir di TPA Bantul yang lahannya semakin lama makin berkurang. Sebagai solusi mengatasi permasalahan produksi sampah dimulai dari jalur rumah tangga melalui kader-kader serta pengurus PKK untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri di rumah tangga masing-masing. Kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri secara riil sudah dilakukan oleh beberapa kader di beberapa kelurahan lain dan telah memberikan hasil nyata berupa pupuk maupun berupa barang bekas yang didaur ulang, lanjut Ibu Dyah.

Mulai tahun 2009 dan seterusnya, PKK akan terus bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dan lembaga lain agar pelaksanaan Pengolahan Sampah Mandiri dapat dilaksanakan di seluruh Rumah Tangga di Kota Yogyakarta., tegasnya.

            Walikota Yogyakarta pada kesempatan itu mengatakan, Program ini adalah bagian dari karya nyata untuk bersahabat dengan alam dengan mengelola sampah secara benar. Lebih penting lagi kita akan mewariskan kepada generasi anak cucu kita, lingkungan alam yang  baik yang membawa kesejahteraan, sehingga anak-anak kita hidup lebih sejahtera, jangan sampai kita wariskan kerusakan alam.

            Menurut Walikota, Sampah bukan sesuatu yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Kita perlu menyadari bahwa sampah bisa dimanfaatkan secara optimal dan tidak menjadi bahan akhir yang merusak alam. Karenanya istilah ‘buang sampah’ seharusnya diganti dengan ‘taruh sampah’. Karena kalau membuang itu sesuatu yang berarti sudah tidak ada gunanya, tapi kalau menaruh ada keyakinan bahwa dengan menaruh yang benar justru akan menghasilkan hal yang kembali ada manfaat ekonominya. (ism&mix).  

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer