Detail Berita
Usaha Sosial Ekonomis Produktif Keluarga Miskin (USEP KM)
19-10-2007

Pembangunan di bidang Kesejahteraan Sosial merupakan suatu upaya untuk mewujudkan tercapainya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Hakekatnya adalah upaya memberikan kesempatan seluas-luasnya secara merata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang kurang beruntung/ miskin melalui kegiatan-kegiatan usaha kesejahteraan sosial yang dilaksanakan secara terarah, terorganisir dan berkelanjutan.

Usaha kesejahteraan sosial adalah fungsi masyarakat, yang merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat di wilayahnya.

Sedangkan kesejahteraan sosial itu sendiri adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial, materiil maupun spirituil yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir dan batin yang memungkinkan setiap warga masyarakat baik secara individu, keluarga serta kelompok dapat mengadakan pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani dan sosial dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia yang berdasarkan Pancasila.

Peranan masyarakat merupakan faktor yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan pembangunan di bidang kesejahteraan sosial. Oleh karena itu mengingat kenyataannya belum seluruh warga masyarakat memiliki kemampuan untuk dapat melaksanakan fungsi sosial secara baik, yang disebabkan keterbatasan ketrampilan, wawasan maupun pengetahuan serta faktor-faktor lainnya, maka perlu adanya usaha-usaha untuk terus meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan di bidang usaha kesejahteraan sosial tersebut. Salah satunya melalui suatu kegiatan yang konkrit, realistis dan praktis, dengan pendekatan sosial ekonomis produktif sesuai dengan potensi masing-masing wilayah yang disebut dengan Usaha Sosial Ekonomis Produktif Keluarga Miskin (USEP KM).

USEP KM merupakan suatu proses bimbingan dan pembinaan serta pelayanan kesejahteraan sosial kepada keluarga kurang mampu (miskin) melalui pendekatan ekonomis produktif dalam rangka meningkatan pendapatan yang dilaksanakan secara bertahap, berkelanjutan dalam bentuk kegiatan kelompok Usaha Sosial Ekonomis Produktif yang Mandiri.

Dengan melalui USEP KM diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan Usaha Sosial Ekonomis Produktif serta meningkatkan pendapatan keluarga dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial bagi keluarga, kelompok serta masyarakat miskin. Mewujudkan kondisi sosial masyarakat kurang mampu yang semakin dinamis, memiliki kemauan dan kemampuan meningkatkan serta mengembangkan fungsi sosialnya secara baik yang dilandasi rasa kepedulian serta kesetiakawanan sosial dalam proses kegiatan di wilayahnya, termasuk mampu mencegah dan mengatasi permasalahan sosial yang ada di wilayah tersebut. Selain itu juga untuk menciptakan suatu proses kelembagaan sosial sebagai suatu embrio koperasi yang mampu menjaga, meningkatkan serta mengembangkan kegiatan usaha sosial ekonomis produktif sebagai alternatif perluasan jangkauan penanganan masalah kesejahteraan sosial yang dilandasi dengan keyakinan/ ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk Kota Yogyakarta, dengan jumlah penduduk miskin 86.055 jiwa yang terbagi dalam 25.855 KK miskin seperti yang dijelaskan oleh Drs. Sih Harto, Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang masalah Sosial pada Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Yogyakarta, sampai dengan tahun 2006 Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesejahteraan Sosial telah membentuk dan membina 46 Kelompok USEP KM dengan masing-masing anggota sebanyak 30 orang yang tersebar di 45 Kelurahan. Pemerintah Kota Yogyakarta, melalui APBD tahun 2006 telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 19.714.000,- untuk pembinaan USEP KM tersebut.

Pada tahun 2007 dengan besaran anggaran yang sama, Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Yogyakarta terus berusaha membina dan mengembangkan kelompok USEP KM tersebut.

Program peningkatan dan pengembangan masyarakat melalui USEP KM dilakukan dengan cara memberikan sarana kegiatan berupa stimulan berantai/ pengembangan kepada masyarakat. Sasaran penerima stimulan awal adalah anggota masyarakat yang dibina secara kelompok. Melalui stimulan berantai diharapkan warga binaan USEP KM mampu melaksanakan kegiatan berusaha yang semakin meningkat dan berkembang. Stimulan modal usaha yang diberikan kepada warga binaan merupakan bantuan modal usaha perorangan yang pengelolaannya harus sesuai dengan kesepakatan dalam musyawarah kelompok. Dalam pengelolaannya dimungkinkan adanya penggabungan usaha sejenis dari beberapa warga yang harus memenuhi ketentuan tertentu.

Warga USEP KM mempunyai kewajiban mengembangkan dana yang telah diterima untuk kegiatan usaha sosial ekonomis produktif. Selain itu juga berkewajiban mengumpulkan data-data pengelolaan yang dilaksanakan kelompok USEP KM sebagai bahan laporan bagi pembina yang kemudian dilaporkan ke Dinas Kesejahteraan Sosial dengan diketahui kelurahan dengan tembusan Kecamatan setempat. Laporan dibuat secara berkala dengan frekuensi minimal tiap 6 bulan sekali.

Melalui kegiatan USEP KM diharapkan mampu menggali sumber-sumber potensi yang ada maupun merangsang swadaya sosial keluarga, terbinanya kelompok usaha yang dilandasi oleh rasa kesetiakawanan sosial, mandiri dan melembaga yang pada saatnya nanti mampu menjadi embrio koperasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan manusia mandiri yang cukup memiliki wawasan ekonomis dengan tetap memelihara nilai-nilai luhur budaya bangsa, yang menjamin bisa dilestarikan sikap sosial di kalangan masyarakat

abi is agusbudi | Tanya Komputer