Detail Berita
SEJAK 1976, WARGA KAMPUNG MILIRAN TEKUNI ANGGREK
13-06-2008

SEJAK 1976

WARGA KAMPUNG MILIRAN TEKUNI ANGGREK

 

Berawal dari rasa senang pada suatu jenis bunga, tumbuh motivasi mengasah kemampuan dengan mencari informasi budidaya pemeliharaan anggrek. Akhirnya dapat menangkarkan penyilangan berbagai genus / jenis anggrek, sehingga sukses menghasilkan tanaman baru berkualitas tinggi. Ketekunan dan ketelatenan merupakan kunci pokok bereksperimen mengembangkan anggrek sehingga mendapatkan mutu yang tinggi dalam jumlah banyak. Itulah pengalaman Aryo Wisnutomo warga Miliran Umbulharjo menjadikan budidaya bunga anggrek sebagai pilihan yang dilakukan sejak tahun 1976.

Ditemui dirumahnya Pak Aryo -begitu sapaannya- mengatakan, berbagai genus anggrek pilihan seperti dendrobium, phalaenopsis (anggrek bulan), oncidium, vanda dan sebagainya dapat dibudidayakan untuk mencari jenis unggul. Menurutnya, sekali penyilangan anggrek yang termuat dalam botol berisi sekitar 30 batang dengan harga Rp. 20.000,- / botol diambil para pelanggannya. Lebih jauh Pak Aryo menuturkan, bagi penggemar (hobies) atau pemula jika nantinya pingin menjadi petani anggrek, yang pertama harus ada rasa senang dulu pada anggrek. Kemudian harus telaten dan tekun dalam pemeliharaannya, sebab dalam praktek, pemeliharaan anggrek butuh waktu tiga sampai empat tahun untuk dapat menikmati bunganya yang indah.

Ditambahkan Pak Aryo - pemilik kebun anggrek ”Widorokandang” - dalam budidaya dan memelihara anggrek ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah faktor sinar matahari, ada anggrek yang butuh sinar matahari penuh, ada juga hanya memerlukan setengah saja, kenali dulu genus / species anggrek yang diinginkan. Seperti anggrek Kalajengking (arachnis) membutuhkan sinar matahari penuh, maka harus ditempatkan di ruang terbuka. Jika butuh setengah saja sinar matahari, maka harus dipersiapkan paranet untuk peneduh atau digantung dibawah pohon/disisi rumah.

Kedua adalah faktor penyiraman, jika ditanam pada media arang/pakis, cukup disiram satu kali sehari karena arang/pakis tidak menyerap air. Jika anggrek menggunakan media sabut kelapa atau media yang menyerap air, cukup disiram 3 hari se kali sebab media tersebut menyerap dan menyimpan air. Pada dasarnya dalam sehari anggrek membutuhkan ada saatnya untuk kering agar tidak terjadi pembusukan pada akarnya.

Ketiga faktor pupuk dan obat-obatan, anggrek yang tumbuh menempel pada media buatan (arang, pakis, papan kayu, sabut, sekam dsb) tidak memberikan unsur hara untuk kehidupan anggrek. Oleh karenanya harus di beri pupuk majemuk yaitu pupuk yang komplit ada unsur hara mikro dan makronya. Pupuk dapat dibeli di toko pertanian dengan istilah pupuk cair, karena harus dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada batang dan daun. Dengan dosis 2 gram/liter air, waktu semprot pagi/sore agar tidak kena angin dan sinar matahari langsung. Sepuyer spraiyer harus kecil agar mendapatkan uap air yang mengandung pupuk dapat diserap langsung oleh daun dan batang.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah obat untuk serangga dan jamur.  Serangga biasanya akan merusak bunga atau buah sebab mereka ingin bertelur/beriak. Serangga dapat diusir dengan obat-obatan tertentu. Untuk jamur sebaiknya diperhatikan sebab ada kalanya jamur mengganggu anggrek. Perlu konsultasi pada petani senior untuk jamur itu bersifat parasit atau epipit sehingga penggunaan fungisida dapat terkendali.

Bila ada warga masyarakat tertarik dan ngangsu kawruh budidaya anggrek, Pak Aryo menyarankan jangan segan-segan menambah pengetahuan atau mencari guru anggrek yang berpengalaman. Kalau warga berminat dapat datang ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek II Miliran UH II/10, RT 14, RW 04 Muja-muju, Umbuharjo untuk berkonsultasi tentang bibit dan cara pemeliharaanya.(nrp)

abi is agusbudi | Tanya Komputer