Detail Berita
WARGA CELEBAN MANFAATKAN CACING
13-06-2008

WARGA CELEBAN MANFAATKAN CACING

 

Cacing selama ini dikenal masyarakat sebagai binatang menjijikan bahkan jarang dijamah. Ternyata hewan menjijikan itu dapat dimanfaatkan sebagai satu komponen penting pengolahan sampah. Kemampuannya mengurai dengan cepat mengolah sampah organik menjadi sampah yang mempunyai nilai ekonomi, ketimbang bahan buangan tak berguna. Pengolahan sampah dengan memanfaatkan cacing inilah dilakukan oleh sebagian warga Celeban Timur RW 5 Tahunan, Kecamatan Umbulharjo. atas prakarsa seorang yang begitu kreatif yakni Bp Dody PS.

Dikatakan Dody PS warga Celeban pemrakarsa pengolahan sampah memanfaatkan cacing, sejalan laju pertambahan penduduk produksi sampah mengalami peningkatan luar biasa. Kasus yang terjadi di Bandung tahun 2006, memberi pelajaran bahwa pada titik tertentu Pemerintah Kota sangat kesulitan mengelola sampah karena pertambahan armada dan lahan pembuangan tidak sebanding dengan pertambahan penduduk. Salah satu cara mengatasi persoalan tersebut adalah pengelolaan sampah harus dilakukan secara mandiri oleh masing masing rumah tangga.

Kasus inilah menginspirasi warga Celeban, terutama banyak rumah tangga melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Caranya memanfaatkan cacing merah (lumbricus) dalam proses pengomposan sampah rumah tangga. Keunggulan proses pengomposan ini antara lain teknologinya sederhana, biaya penanganan relatif rendah dan dapat menangani sampah dalam jumlah yang banyak tergantung luasan lahan.

Lebih lanjut Dody menjelaskan Dody, pengolahan sampah dengan cacing, yaitu sampah diolah dalam kotak pengolahan berbahan kayu ukuran 1 m x 1 m x 0,7 m untuk rumah yang memiliki halaman luas mampu mengolah sampah sampai 0.98 M3 / bulan, atau ukuran 1m x 0,5m x 0,7 m untuk rumah yang memiliki halaman sempit mampu mengolah sampah 0.70 M3 / bulan.

Kotak dibagi menjadi dua ruangan dipisahkan dengan sekat berlubang yang berfungsi sebagai jalan berpindahnya cacing ketika sampah sudah menjadi kompos. Ruangan kedua digunakan setelah sampah diruangan pertama sudah menjadi kompos. Pada dasar kotak dipasang strimin kawat kecil sebagai tempat keluarnya air lindi. Kotak pengolahan sampah juga diberi tiga pintu. Pintu atas digunakan untuk memasukkan sampah, pintu depan (2) buah berfungsi untuk memanen kompos dan cacing. Supaya kotak cukup awet maka sebelum digunakan kayu dilapisi cat terlebih dahulu.

Dikatakan Dody, media yang baik untuk pengolahan sampah memanfaatkan cacing adalah media selalu gembur dan tidak mudah padat, mampu menahan kelembaban lingkungan (sekitar 35 – 50 %) karena cacing senang kelembaban. Media mudah terurai yakni bahan organik yang mengalami pelapukan dan tidak mengeluarkan gas-gas berbahaya bagi cacing, suhu media berkisar 20 – 30 derajat C, pH media antara 6,5 - 7,2.

Untuk mencegah cacing agar tidak mati, jangan memasukkan sampah berupa kulit jeruk dan bawang. Karena kedua bahan ini mengandung minyak astiri yang dapat mematikan cacing. Tempatkan instalasi pengolah sampah di bawah pohon, dengan atap apapun diatas dasar tanah supaya air lindinya langsung diserap tanah. Jangan ditempatkan dibawah sinar matahari langsung. Keterangan mengenai pengolahan sampah memanfaatkan cacing. dapat menghubungi Bapak Dody PS telpon 085 629 73601.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer