Detail Berita
PEMKOT SERIUS TANGANI VANDALISME
13-06-2008

PEMKOT SERIUS TANGANI VANDALISME

 

Aksi corat-coret di tembok-tembok rumah pinggir jalan dan fasilitas umum ainnya akhir-akhir ini semakin marak dan memprihatinkan. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah Kota Yogyakarta sangat serius mencegah aksi vandalisme atau coret-coret tersebut yang nyata-nyata membuat lingkungan menjadi kotor dan tidak enak dipandang mata. Keseriusan melawan aksi vandalisme agar tidak semakin meluas, Pemerintah Kota Yogyakarta membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Aksi Vandalisme melalui Instruksi Walikota Yogyakarta Nomor: 02/INSTR/2008.

Satgas Vandalisme terdiri dari berbagai unsur seperti Dinas Ketertiban, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kimpraswil, Dinas Perhubungan, Kepolisian dan instansi terkait lainnya. Koordinator Satgas Vandalisme ada pada Dinas Lingkungan Hidup. Satgas ini mempunyai tugas pemantauan, melakukan penertiban dan pembersihan fasilitas publik akibat aksi vandalisme.

Dikatakan Wakil Walikota, Haryadi Suyuti, ”Untuk sementara tugas utama satgas vandalisme adalah melaksanakan pemantauan, membersihkan dan mengecat kembali tempat-tempat publik akibat aksi vandalisme dari orang yang tidak bertanggung jawab”.

Ditambahkan, jika nantinya ada pelaku vandalisme yang ditangkap, maka pihaknya akan menyerahkan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum. Sebab, tindakan vandalisme bisa dikategorikan sebagai tindak kriminalitas. Dalam melaksanakan tugasnya, satgas vandalisme ini bekerja sama dengan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan instansi terkait, tutur Haryadi.

Beberapa hari setelah dibentuk, satgas vandalisme berhasil menangkap beberapa siswa SLTA yang kedapatan sedang mencorat-coret salah satu fasilitas umum yakni Halte Bus Trans Jogja, melalui kejar-kerjaran dengan aparat Dinas Ketertiban. Tiga pelaku coret-coret dilakukan pembinaan karena usianya masih di bawah 17 tahun dan dua orang lainnya diproses secara hukum. Mereka diancam hukuman tiga bulan penjara atau denda 20 juta, sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 18/2002 tentang pengelolaan kebersihan.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Ketertiban, Drs. Wahyu Widayat, MSc, “Pelaku yang ditangkap di antaranya siswa SMA 9 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah I Yogyakarta. Dari lima pelaku tersebut dua orang merupakan warga Sleman dan tiga orang warga Kota Yogyakarta”. Untuk pembinaan, maka orang tua pelaku dipanggil. “Mereka, para orang tua kami ajak untuk melakukan pengawasan kepada fasilitas umum agar terhindar dari aksi corat-coret,” kata Wahyu.

Saat ini pihaknya juga berkoordinasi dengan Kecamatan untuk mendata berapa titik kawasan yang sudah menjadi lahan corat-coret. “Kita sedang mengumpulkan data berapa banyak daerah yang sudah menjadi sasaran tangan yang tidak bertanggung jawab. Kami terus berupaya agar Kota Yogyakarta terhindar dari aksi yang merugikan tersebut,” tambah Wahyu Widayat.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Jogja mendukung dibentuknya Satgas Penanganan Aksi Vandalisme ini. Kepala Dinas Pendidikan Drs. H. Syamsuri, MM. pihaknya sudah melayangkan surat kepada sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi Perda No 18 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Kebersihan. Hal ini terkait maraknya aksi corat-coret yang dilakukan beberapa pelajar SMA negeri dan swasta, yang tertangkap oleh Dinas Ketertiban Kota Yogya. Menurutnya, aksi corat-coret yang dilakukan siswa SLTA secara tidak langsung mencoreng predikat Yogya sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya. "Secara lisan saya sudah sampaikan kepada Kepala sekolah dan sekarang sudah kami tindak lanjuti dengan surat resmi. Jadi, tidak ada alasan bagi Kepala sekolah untuk mengatakan perbuatan itu di luar tanggung jawabnya karena bukan pada jam sekolah," tandasnya.(hg)

 

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer