Detail Berita
PENDERITA TBC SEMBUH DAPAT REWARD 500 RIBU
19-04-2008

PENDERITA TBC SEMBUH DAPAT REWARD 500 RIBU

 
               Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan reward sebesar 500 ribu rupiah bagi 160 orang warga kota penderita tuberkulosis (TBC), yang berobat hingga sembuh dan kepada  kader TB / Pengawas Menelan Obat (PMO) yang mendampingi penderita TBC tersebut sampai sembuh. Penyerahan reward ini dilakukan oleh Kabid Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan Dinkes dr. Sri Wulaningsih di Aula Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta baru-baru ini.               Dikatakan dr. Sri Wulaningsih, ”Reward diberikan untuk motivasi penderita TB agar menyelesaikan minum obat sampai sembuh hingga pemeriksaan terakhir benar-benar dinyatakan sembuh. Penyakit TBC merupakan penyakit menular yang bisa disembuhkan, jangan malu untuk berobat. Penderita yang sembuh tidak akan menularkan penyakit TBC ke lingkungannnya”.
              Program Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB) dengan pemberian reward terbukti mampu meningkatkan angka penemuan kasus TBC, sehingga case detection rate (akselerasi angka penemuan) sejak tahun 2005 lalu mampu mencapai target nasional. Angka prevalensi (perkiraan penderita) TBC di Kota Yogyakarta saat ini adalah 64/100.000 atau sejumlah 300-an orang. Diharapkan pada tahun 2015 nanti tingkat prevalensi TBC dapat berkurang hingga setengah dari angka saat ini.
               ”Kehadiran seorang PMO disisi penderita TBC sangat diperlukan untuk menjaga ketuntasan pengobatan. Seringkali penderita TB tidak sanggup jika harus minum obat seorang diri. Selain karena resiko tidak disiplin juga karena pengobatan TBC kerap menimbulkan efek samping yang membuat penderita merasa tersiksa. Pengobatan penyakit TBC memerlukan waktu setidaknya selama 6 bulan untuk bisa sembuh. Obat harus ditelan setiap hari secara teratur tepat waktu dalam keadaan perut kosong. Konsumsi obat tidak boleh berhenti sebelum dosisnya habis karena kuman TB yang sudah lemah bisa kembali kuat bahkan cenderung resisten terhadap pengaruh obat. Bila sudah terlanjur seperti ini pengobatan harus diulang dengan dosis lebih tinggi,” ujar dr. Sri Wulaningsih.
               Kantong TBC terdapat di daerah padat penduduk dan sanitasi yang buruk sehingga penyebaran virus semakin cepat. ”Penderita TB disarankan tinggal di rumah yang sanitasi baik dan ventilasi rumahnya cukup sinar matahari.” lanjut dr. Wulan. Pengobatan TBC dilayani secara gratis di Puskesmas, Rumah Sakit dan BP4 (Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru). Terdapat 18 unit pelaksana P2TB di Kota Yogyakarta yakni 18 Puskesmas (4 Puskesmas Rujukan Mikroskopis dan 14 Puskesmas Satelit), 9 Rumah Sakit dan 2 BP4. 
               Reward ini merupakan bentuk perhatian Pemkot terhadap perjuangan penderita TBC untuk berusaha sembuh. Selain itu juga terjadi peningkatan angka kesembuhan dari tahun ke tahun. Program inovatif berupa reward ini mulanya dilakukan pada tahun 2004 kepada 100 penderita TB sembuh, hingga 2005 kepada 100 orang dan 2006 kepada 300 orang, berlanjut hingga tahun 2007 ditargetkan kepada 300 orang.

            Upaya untuk meningkatkan angka penemuan kasus TBC dilakukan sejak tahun 2000 lalu, yaitu Dinkes Kota Yogyakarta telah menerima bantuan melalui Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Cabang DIY berupa pengembangan pelaksana Program Penanggulangan Tuberkulosis dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course) ke Rumas Sakit dan BP4. Dengan menggunakan startegi DOTS, maka proses penyembuhan TBC dapat secara cepat.
DOTS menekankan pentingnya pengawasan terhadap penderita TBC agar menelan obatnya secara teratur sesuai ketentuan sampai dinyatakan sembuh. Strategi DOTS memberikan angka kesembuhan yang tinggi, bisa sampai 95 %. Startegi DOTS direkomendasikan oleh WHO secara global untuk menanggulangiTBC.
            Diharapkan dengan program reward ini akan meningkatkan angka cakupan penemuan kasus TBC dan angka kesembuhan, sehingga menimbulkan dampak terhadap menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat Tuberkulosis.
(isma)

abi is agusbudi | Tanya Komputer