Detail Berita
MERIAH .. KETHOPRAK EKSEKUTIF LEGISLATIF
09-04-2008

MERIAH ….. KETHOPRAK EKSEKUTIF LEGISLATIF

Pentas kethoprak dengan lakon “Nagih Janji Bumi Perdikan” diperankan pejabat eksekutif dan legislatif Kota Yogyakarta, Senin (3/12) di Taman Budaya berlangsung meriah dan mendapat aplaus penonton yang hadir malam itu.

Para petinggi Kota Yogyakarta, malam itu ramai-ramai menjadi pemain kethoprak, Walikota Yogyakarta H Herry Zudianto mendapat peran pembantu Ki Demang Klathak, Wakil Walikota H Haryadi Suyuti melakonkan Demang Klithik, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Arief Noor Hartanto, SIP menjadi Sang PrabuYudonegoro. Pejabat lain ikut tampil yakni Kapoltabes Yogyakarta Kombes Agung Budi Maryoto, Ketua Pengadilan Negeri Saltiar Kisam, Wakapoltabes Wijonarko dan pejabat lain seperti Camat, Lurah dan pengusaha terkenal di Jogja dan beberapa seniman kondang seperti Yu Beruk, Marwoto Kawer, Den Baguse Ngarso dan Yati Pesek.

Tampak menyaksikan dan menikmati pertunjukan eksklusif ini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, beberapa pejabat pemkot dan masyarakat umum sangat antusias datang walaupun turun hujan cukup lebat.

Secara umum jalan cerita lakon Nagih Janji Bumi Perdikan mengisahkan, di Kraton Jayawikarta terdapat Kadipaten Cengkir Gading yang oleh Sang Prabu Yudonegoro telah dijanjikan sebagai Bumi Perdikan. Tetapi ada beberapa punggawa kurang setuju hingga membuat Sang Prabu Yudho Negoro khawatir bila status bumi perdikan yang diberikan Kadipaten Cengkir Gading menyamai kekuasaan Kraton Jayawikarta.

Di Kadipaten Cengkir Gading sendiri sebetulnya sudah siap menerima anugerah Bumi Perdikan, tetapi apa dikata justru persiapan itu dianggap menyalahi dan dituduh akan “mbalela” atau melepaskan diri dari pemerintahan Jayawikarta. Maka terjadilah kerenggangan hubungan antara Kraton Jayawikarta dengan Kadipaten Cengkir Gading.

Ada yang istimewa, ketika Walikota Yogyakarta H Herry Zudianto tampil berperan sebagai pembantu bernama Wagiman memasuki panggung. Aplaus sorak penonton menggema, apalagi saat Walikota beradegan mesra dengan Yu Beruk yang banyak memancing tawa penonton.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Arief  Noor Hartanto berperan sebagai Prabu Yudho Negoro mengatakan, pentas ketoprak ini merupakan bentuk nyata kepedulian para pejabat eksekutif dan legislatif dalam mengibarkan kethoprak sebagai salah satu budaya Kota Yogyakarta. Disamping itu juga mengapresiasi dan mendukung agar kesenian kethoprak nantinya dapat dipentaskan secara rutin dijadikan daya tarik pariwisata.

Seusai pergelaran yang disutradarai Nano Asmorodono, seluruh pemain tampil kembali ke panggung mendapat ucapan selamat dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.(hg)

abi is agusbudi | Tanya Komputer