Detail Berita
Gratis, Pelayanan Kesehatan Bagi Korban Kekerasan Anak Dan Perempuan
18-10-2007

Ditengah kehidupan masyarakat masih saja terjadi kekerasan dalam rumah tangga, terutama terhadap kaum perempuan dan anak. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan perbuatan terhadap seorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara hukum dalam lingkup rumah tangga. Adanya kejadian ini masih ada pula korban enggan melaporkan kepada yang berwenang atau lembaga khusus yang berkompeten melayani korban kekerasan tersebut. Hal ini disebabkan adanya rasa takut atau tidak tahu kemana harus melapor dan juga alasan biaya.

Atas permasalahan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan kemudahan pelayanan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut. Pemkot menyediakan dana jaminan melalui UPT Pemeliharaan Jaminan Kesehatan Daerah (PJKD) sebesar Rp 150.000.000,- merupakan dana gabungan dengan jaminan kesehatan untuk Lansia dan korban HIV/AIDS. Bagi masyarakat yang mengalami atau menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga khususnya perempuan dan anak, dapat langsung datang ke Puskesmas, Rumah Sakit atau Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) "Rekso Dyah Utami", Jl. Balirejo, Yogyakarta, tanpa harus memikirkan biaya, semua gratis atas jaminan dana dari Dinas Kesehatan dan Jamkessos. Pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan perawatan medis, pelayanan hukum dan pelayanan konseling.

 

Prosedur Pelayanan di Puskesmas :

  1. Apabila ada pasien datang (dengan atau tanpa rujukan/pendamping) ditentukan kategorinya : sebagai pasien kritis atau non kritis.
  2. Untuk pasien non kritis, bisa langsung mendapat pelayanan kesehatan/konseling sambil melaksanakan penyelesaian administrasi/registrasi. Selanjutnya pasien dilimpahkan ke LSM/pendamping (lembaga pemberi layanan konseling dan hukum ) untuk mendapat tindakan lebih lanjut.
  3. Untuk pasien kritis, segera mendapatkan penanganan P3K sambil menyelesaikan administrasi, selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan medis lebih lanjut.

 

Prosedur Pelayanan di Rumah Sakit:

Apabila ada pasien datang (dengan / tanpa rujukan atau pendamping) dikelompokan dalam 3 (tiga) kategori yaitu, pasien non kritis, kritis dan semi kritis. Dan pelayanannya terbagi dalam 2  (dua) kategori yaitu :

  1. Untuk Pasien Non Kritis, setelah pasien melakukan pendaftaran, langsung mendapat pelayanan konseling kemudian bisa langsung mendapat rujukan pendampingan dengan LSM yang peduli.
  2. Untuk Pasien Kritis dan Semi Kritis, setelah melakukan pendaftaran kemudian segera mendapat perawatan medis yang ditangani oleh tim dokter spesialis yaitu pelayanan medis lanjutan, memberikan informasi pelayanan, memberikan layanan konseling, pelimpahan bantuan hukum dan rujukan lembaga yang melakukan konseling, rehabilitasi medik, fisik dan psikis.

Untuk pembayaran atau pembiayaan bail di Puskesmas dan Rumah Sakit, dijamin Pemkot melalui: Dinas Kesehatan (UPT PJKD) khusus untuk masyarakat Yogyakarta dengan menunjukkan KTP Yogyakarta. Dan Jamkessos untuk seluruh korban kekerasan meskipun KTP dari luar DIY namun tempat kejadian di wilayah DIY.

Untuk pelayanan di Rumah Sakit, bagi yang mampu boleh/dapat membayar sendiri atau dapat juga ditanggung Jamkessos apabila saat kejadian tidak sempat membawa uang. Penanganan korban baik di puskesmas maupun dirumah sakit diperlakukan tersendiri, tidak sebagaimana pasien umum. Untuk ketenagaan dari Tim Rumah Sakit terdiri atas tim medis dokter umum dan spesialis, paramedis, psikologi, hukum, humas dan keagamaan.

Layanan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak, selain tersebut di atas juga dalam bentuk layanan psikologis dan spiritual, layanan hukum serta layanan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Bagi korban dapat menghubungi Bagian Kesmas dan PUG, Setda Kota Yogyakarta, Tlp. 515 865, Psw. 19.

abi is agusbudi | Tanya Komputer