Detail Berita
SUKSES .. JOGJA FAIR 2007
09-04-2008

SUKSES ….. JOGJA FAIR 2007

 

Diharapkan sebagai ikon Jogjakarta di masa mendatang, pelaksanaan Jogja Fair 2007 yang berakhir minggu 2 Desember lalu berlangsung sukses. Disamping banyaknya pengunjung, Jogja Fair merupakan pameran multi produk terbesar, terlengkap dan terluas yang pernah digelar di Yogyakarta selama ini.   demikian dikatakan Ketua Umum HUT Kota Yogyakarta, KRMT Indro Klimping Suseno.

 Kimpling demikian biasa disapa mengatakan, untuk  pertama kali Jogja Fair dikemas dalam sebuah  format sekaten menampilkan  produk-produk moderen seperti mobil, motor dan peralatan elektronik di padu dengan permainan rakyat.  Selain itu, pihak panitia berupaya membuat panggung ala Kraton untuk talk show menghadirkan Gembong Daruniningrat dan Walikota Yogyakarta. Juga menghadirkan Tommy Pratama promotor kelas I Indonesia yang berpengalaman mendatangkan group musik berskala internasional seperti Bon Jovi, Megadeath, dan The Purpel .

Selama pelaksanaan Jogja Fair juga menyuguhkan berbagai macam kesenian Jawa, Bali, Jawa Barat, Banyumas, termasuk kesenian ensambel dan kethoprak yang dimainkan para defabel dari Yakkum Yogyakarta. Sedangkan untuk ekspresi masyarakat umum, disediakan Panggung Kampung Jogja setiap malam dipentaskan Never Ending Dandut dan band anak muda.

Dalam pembukaan Jogja Fair Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto mengatakan, setiap kali merayakan  ulang tahun khususnya ulang tahun Kota Yogyakarta, yang harus dipikirkan adalah nilai kontempelasi dan refleksi dari perjalanan sebuah kota,  melalui  penyatuan dan pengkristalan asa dan cita. Dikatakan, Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta selalu diberi tema, hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan arah mana yang akan  ditempuh Kota Yogyakarta ke depan. Kegiatan  HUT ke-251 Kota Yogyakarta, seperti penanaman pohon, peresmian berbagai sarana prasarana, karnaval, kethoprak kolosal, dan ketoprak eksel  yang diperankan pejabat eksekutif dan legislatif  dan Muspida, sudah cukup lengkap mewakili rangkaian acara  fisik maupun non-fisik termasuk perekonomian.

Dikaitkan  dengan perekonomian,  Jogja Fair merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju perkembangan kota  ke depan. Menurut Walikota, peran swasta sangat diperlukan  untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah dalam menangkap peluang-peluang ekonomi dan sekaligus mengembangkan peluang tersebut menjadi  lokomotif  perekonomian di kota Yogyakarta.untuk kota di Jawa Tengah bagian selatan.

Ditambahkan, orang yang berbelanja secara retail di kota Yogyakarta bukan saja penduduk kota tetapi  sebagian besar wisatawan yang datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Tradisi belanja semacam ini adalah sebuah ritual.  Ke arah utara sampai ke Magelang, Wonosobo, Temanggung. Ke Barat sampai ke Purwokwerto dan Cilacap. Ke Timur  sampai di Sragen dan Madiun. Secara rutin mereka lakukan di akhir bulan atau akhir minggu. Potensi ini harusnya  ditangkap. Mudah-mudahan “Jogja Fair” pameran seperti ini dipromosikan ke wilayah wilayah itu” ungkap Walikota.

Walikota berharap pameran yang dikemas dalam Jogja Fair mampu menjadi agenda masyarakat Jawa Tengah Selatan. Rangkaian kegiatan ulang tahun Kota Yogyakarta ini, akan menjadi cikal bakal event tetap tahunan dan  bermanfaat bagi swasta maupun  pengembangan usaha dan pariwisata di Kota Yogyakarta.(@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer