Berita Utama
Pengorbanan Ibrahim Hendaknya Jadi Tauladan
28-12-2012

 

PENGORBANAN IBRAHIM HENDAKNYA JADI TAULADAN

 

 

Walikota Yogyakarta haryadi Suyuti saat memberikan khotbah Idul Adha 1433 H di Lapangan Karangwaru

Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti menjadi khotib pada pelaksanaan  shalat Idul Adha 1433 H, Jum’at (26/10) di  Lapangan Karangwaru Yogyakarta. Dalam kotbahnya Walikota mengajak kaum muslimin untuk memaknai nilai-nilai substansi “pengorbanan Ibrahim”  dan hendaknya  menjadikan nilai-nilai itu dalam kesehariannya. Nilai pengorbanan dicontohkan Haryadi, anggota legislatif berjuang dan rela berkorban memperjuangkan aspirasi  masyarakat, pegawai, guru, pedagang, dan seluruh elemen masyarakat rela berkorban demi terciptanya masyarakat yang adi dan makmur.

Walikota juga mengingatkan kepada kaum Muslimin untuk menghargai sesama manusia dengan tidak saling merendahkan atau menjadikannya sebagai sebuah persembahan, atau melecehkan dalam bentuk apapun.  Menurutnya nilai-nilai yang merepresentasikan kesetaraan dan sejenisnya perlu diaktualisasikan ke dalam realitas kehidupan sehingga dunia dipenuhi kedamaian, saling peduli, saling menghormati.  “Wahyu Allah SWT kepada Ibrahim untuk mempersembahkan putranya yang kemudian diganti binatang kurban; memperlihatkan, tidak satu manusia pun boleh merendahkan manusia lain, menjadikannya sebagai persembahan,atau melecehkannya dalam bentuk apapun. Sebab, manusia sejak awal dilahirkan setara dan sederajat,” ujar Walikota. Walikota juga mengajak kaum Muslim untuk bersikap peduli dan tenggang rasa dengan sesama sekitarnya. “Hari raya qurban yang sesungguhnya adalah menumbuhkan sikap tenggang rasa dan kepedulian terhadap sesama,” Katanya.

Haryadi menambahkan, kurban merupakan kata kunci bagi terciptanya harmonitas masyarakat yang berbangsa. Tanpa pengorbanan cita-cita luhur pembangunan hanyalah retorika belaka. Kepedihan yang menimpa sekian banyak umat dan bangsa ini juga berawal dari tidak adanya pengorbanan yang sejati. Yang banyak saat ini adalah perbincangan, harapan, dan retorika politis tentang pengorbanan dan belum pelaksanaan kurban dari arti yang komprehensip yaitu berkorban ilahiyah vertikal dan sosial- horisontal.

“Dalam kontek ini Idul Adha perlu kita maknai, bangsa ini membutuhkan orang-orang yang rela berkorban untuk kepentingan sesama, kita berharap pemimpin rela berkorban untuk mensejahterakan rakyat yang telah memberikan mandatnya, bukan bekerja untuk kepentingan diri sendiri,’’ kata Haryadi.

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer